BUNGA BANGKAI, AIR TERJUN, LESTARI ALAMKU JORONG KOTO MALINTANG
Kekayaan alam yang kita miliki saat ini merupakan suatu anugrah dari sang pencipta sumber daya alam yang sangat berlimpah tinggal bagai mana kita mengelola dan melestarikan nya dengan baik tanpa merusak ekosistim yang ada didalamnya.

Salah satunya terdapat sebuah air terjun dua tingkat ''Air Terjun Sarasa Badarun'' yang terletak di Jorong Koto Malintang Kenagarian Sariak Laweh. Sampai saat ini air terjun ini sudah banyak di kunjungi para pencinta alam.
Selain dari itu juga ada kekayaan hutan yang sangat unik ditemukan berupa tumbuha langka,menurut masyarakat setempat tumbuhan ini hanya tumbuh dan berkembang pada musim-musim tertentu
Tumbuhan ini menjadi daya tarik masyarakat untuk melihat keindahan nya pada saat musim tumbuhnya.
Amorphophalus titanium merupakan nama latin dari tanaman ini, tumbuhan yang tergolong ke dalam suku talas-talasan (Araceae). Tumbuhan ini merupakan tumbuhan herba raksasa yang menghabiskan siklus hidup pada rentang ± setahun (tumbuhan semusim). Tumbuhan ini memiliki akar berupa umbi berbentuk membulat datar pada bagian bawah (gepeng). Diameter akar tumbuhan ini mencapai 65 cm dengan tinggi umbi mencapai 40 cm dan berat mencapai 100 kg. Batang tumbuhan ini merupakan batang semu yang memiliki struktur tersusun dari pelepah daun yang saling mengikat. Daun bunga ini memiliki bentuk elips melanset dengan panjang mencapai 40 cm berdiameter mencapai 7 m. permukaan atas daun berwarna hijau mengkilap bertekstur seperti kulit. Kemudian tangkai daun dewasa dapat tumbuh hingga 3 m dan terdapat bercak putih yang melingkar. Perbungaan pada bunga ini merupakan bunga lengkap yang terdiri atas bunga kecil jantan dan betina, bunga ini tersusun dalam bentuk bulir yang terletak pada tongkol (spadiks). Tinggi spadiks dapat mencapai 3 m sehingga secara visual sesuai dengan nama aslinya yakni bunga raksasa. Bunga tanaman ini mekar sempurna ketika malam hari dan mengeluarkan bau bangkai. Ketika penyerbukan bunga bangkai tidak terjadi, bunga ini akan layu seperti mati, namun keadaan ini sebenarnya adalah masa istirahat atau dormansi. Buah tumbuhan ini berwarna merah cerah, sebagian orange tua dan berkoloni. Buah tumbuhan ini berbentuk lonjong dengan ujung yang runcing dan berwarna kehitaman. Amorphophalus tergolong ke dalam tanaman yang dilindungi berdasarkan PermenLHK No. 106 tahun 2020. Status kelangkaan berdasarkan IUCN tahun 2018, yakni Endangered (terancam). Tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia yang endemik di pulau Sumatera yang secara alami tersebar di seluruh hutan Sumatera sebagai tumbuhan bawah kanopi. Tumbuhan ini dapat ditemukan pada tanah berkapur, tempat terbuka, pinggir jalan, pinggir sungai, dan tepi hutan.
Bagikan ke :